Fundamental Analysis

Simple Guidance for Stock Screening

Sebentar lagi, atau tepatnya akhir bulan Juli ini, para Value Investors akan sangat disibukkan dengan Laporan Keuangan (LK) para emiten untuk periode Q2. Hingga artikel ini ditulis, jumlah emiten yang terdaftar di BEI sudah mencapai 650 perusahaan dan masih akan terus bertambah, seiring dengan maraknya proses IPO belakangan ini. And yeap, kalau teman-teman bersedia untuk menyediakan waktu untuk menganalisa seluruh emiten terdaftar, pasti kita akan menemukan saham-saham menarik, yang katakanlah fundamentalnya superior, salah harga, prospeknya cerah, hidden gems dan seterusnya.

However, beberapa saat yang lalu, penulis mendapat pertanyaan oleh seorang kerabat yang mungkin menjadi pertanyaan teman-teman pembaca juga ‘bagaimana caranya kita bisa menganalisa semua saham, sedangkan kita punya banyak kesibukan lainnya?’ ucap teman yang notabene masih bekerja. Nah, di artikel ini, Saya akan coba menjawab hal tersebut, sekaligus memberikan tips (atau lebih tepatnya prinsip-prinsip) dalam menyeleksi saham, membuat serta mengelola stock watch hingga akhirnya dapat memaksimalkan kinerja portofolio. Okey dari pada penasaran gimana caranya, mari kita mulai artikelnya:

Stocks Screening

Sumber: http://www.scruffydug.com

Di atas, saya sudah mengatakan bahwa sebentar lagi kita akan sangat disibukkan dengan rilisnya LK emiten Q2. Dan ini berarti andaikata kita mau menganalisa semuanya, ada 650 dokumen LK yang harus dibaca, dengan kisaran tebal masing-masing, sekitar 50-200 halaman. Namun tahukah teman-teman, kapan periode peak seasons (baca: momen paling sibuk) untuk value investors? Yap, untuk teman-teman yang sudah lama berinvestasi dan rajin menganalisa pasti sudah tahu, jawabannya adalah bulan Maret – April. Hal ini dikarenakan pada 2 bulan tersebut, ada 3 dokumen yang akan dirilis oleh seluruh emiten, yakni: 1. Laporan Keuangan Tahunan Audited (LKT), 2. Laporan Keuangan Q1 (LK) dan 3. Laporan Tahunan (LT). Dan itu artinya ada 2 ribuan dokumen yang harus dibaca, belum termasuk materi pubex, prospektus ataupun dokumen-dokumen penting lainnya (seriously???).

Yap, seumpamanya kita memang mau dan mampu menganalisa semuanya, just go on! Karena di samping banyak ilmu yang akan kita dapatkan, probabilitas untuk mendapatkan saham-saham menarik juga akan semakin besar. Tapi sekali lagi, gimana kalau kita punya kesibukkan lainnya? Dan katakanlah ada waktu-pun, apakah efektif menganalisa sebanyak itu? Karena jujur saja, saya pribadi tidak sampai menganalisa seluruhnya. Di mana untuk saham yang jelas-jelas gorengan, fundamentalnya babak belur, atau valuasinya gak masuk akal, akan langsung diskip saja dan hanya fokus ke 20% saham yang ada di BEI, atau istilah kerennya menerapkan prinsip yang bernama:

#1 Pareto Principle

Yap, Prinsip yang dikenal juga dengan hukum 80/20 ini mengatakan bahwa, banyak kejadian yang 80% hasilnya, hanya disebabkan oleh efek 20% saja. Contohnya: 80% uang beredar di Dunia, ternyata hanya dimiliki oleh 20% populasi, atau banyak perusahaan yang 80% labanya, hanya berasal dari 20% produk/jasa yang dijual. Dan dalam kasus di pasar modal, 50 emiten big caps, yang mana itu artinya 10% emiten saja, ternyata sudah mewakili 74% nilai kapatalisasi pasar.

Sumber: Statistik Tahunan IHSG, diolah

Okey, jadi maksud Pak Zomi bagaimana? Nah, maksudnya begini, apabila teman-teman tidak memiliki waktu untuk menganalisa seluruh LK emiten setiap 3 bulannya, kita dapat fokus ke 20% atau seminimal-minimalnya 10% emiten yang benar-benar menarik saja, misalnya yang kinerjanya memang bagus, valuasinya murah ataupun punya prospek cerah. Sehingga di samping menghemat waktu, kita juga dapat meminimalisir risiko berinvestasi dengan mengesampingkan saham yang tidak bagus. Alhasil, ketika teman-teman memfokuskan analisa ke 20% emiten terdaftar, nantinya kita akan memiliki Stock Watch (SW), yang kurang lebih berisi 120 saham menarik. Di mana saham-sahamnya bisa terdiri dari berbagai macam sektor, yang wajib kita pantau perkembangan fundamentalnya, kuartal demi kuartal. Dan tinggal menunggu harganya menyentuh level tertentu saja, sebelum akhirnya kita mengambil keputusan untuk membeli sahamnya 🙂

Unfortunately, untuk mendapatkan SW tersebut, pada awalnya kita tetap harus menyeleksi ketat seluruh emiten di BEI, hingga akhirnya menyisihkan 10-20% saham terbaik saja. Tapi tenang, dalam menyeleksinya, teman-teman gak harus membaca semua halaman di LK/LT dari awal sampai akhir, melainkan beberapa bagian pentingnya saja dulu. Dan berikut adalah guidance untuk teman-teman yang ingin menyeleksi saham terdaftar:

1. Fundamentalnya Outstanding

Nah, untuk seleksi tahap awal, kita cukup menggunakan Laporan Tahunan dan fokus ke bagian Ikhtisar Keuangan (Financial Highlights) dan Grafik Kinerja Keuangan (Performance Graphs). Di mana, pada bagian tersebut, harusnya sudah disajikan data-data keuangan untuk periode 3-5 tahun kebelakang, dan berikut adalah kriteria saham yang kita masukkan ke dalam SW:

  • Ekuitas, Pendapatan serta Labanya bertumbuh dalam 3-5 terakhir, atau minimal stabil (terkecuali untuk industri yang siklikal, seperti komoditas atau properti)
  • Memiliki imbal hasil yang besar, ROE > 10%
  • Hutangnya tidak lebih besar dari ekuitasnya, DER < 1 (terkecuali untuk sektor financial atau konstruksi)

Well, apabila teman-teman membaca LT dan menemukan grafik data seperti berikut:

Yasudah tanpa basa-basi masukkan saja ke dalam SW, karena jangankan menjaga 26 tahun pertumbuhan penjualan tanpa terputus, menjaga 5 tahun pertumbuhan saja, kebanyakan emiten tidak sanggup. Oh ya, saham di atas bernama Selamat Sempurna (SMSM), dan hemat saya, sahamnya baru mulai menarik di harga < 1,100 or implied PE 12x. Namun, apakah mungkin SMSM menyentuh level tersebut? Jawabannya: kenapa gak mungkin?? Tapi sembari menunggu, mari kita lanjutkan ke langkah berikutnya:

2. Valuasinya Murah atau Minimal Wajar

Dalam menyeleksi tahap kedua ini, kita harus menggunakan Laporan Keuangan, namun cukup mengamati beberapa bagian saja, yakni : Jumlah Saham Beredar, Ekuitas (yang dapat diatribusikan) serta Laba Bersih (yang dapat diatribusikan juga). Nah, ketiga pos tersebut akan kita gunakan untuk menghitung rasio PER dan PBV.

Secara umum, kita dapat mengatakan valuasi saham cukup menarik, jikalau memiliki rasio PER < 10x dan/atau PBV < 1x. Namun demikian, untuk beberapa bluechip yang punya kinerja superior seperti BBCA, BBRI, MLBI, UNVR dan seterusnya, valuasi di atas itu, mungkin masih boleh dipertimbangkan. Untuk mempermudah seleksi saham, biasanya saya menggunakan file excel untuk menghitung rasio-rasio dasar tersebut dan berikut adalah contohnya:

File Excel – Rasio Dasar

Nah, pada gambar di atas, kita cukup menggunakan 4 rasio terlebih dahulu, yaitu PER, PBV, ROE dan DER. Oh ya, bilamana teman-teman ingin menambahkan rasio/formula tertentu dalam menyeleksi saham, jadi gak hanya mengandalkan rasio-rasio di atas, itu tinggal menambahkannya saja, sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan. Intinya kita flexible saja, atau jangan terpaku dengan satu metode/rasio tertentu. Okay, sekarang kita lanjutkan ke tahap seleksi yang terakhir:

3. Manajemennya Professional

Umumnya untuk investor yang sudah lama berinvestasi/berpengalaman, kita sudah mengetahui mana emiten-emiten yang manajemennya bagus ataupun kurang bagus. However, untuk teman-teman yang baru berinvestasi, mungkin agak sulit untuk menemukan informasi tersebut, karena kalau sekedar memanfaatkan laporan yang dirilis oleh emiten langsung, biasanya mereka hanya menyampaikan informasi yang bagus-bagus saja.

Tetapi sedikit tips, kita dapat melihat nama-nama direksi, komisaris ataupun pemilik perusahaan, dan coba googling namanya, dan seandainya laman utamanya berisi kasus penggelapan uang, terpidana korupsi, kredit macet dan bla bla bla, yasudah itu merupakan 1 sinyal buruk untuk kita. Dan berdasarkan pengalaman, risiko tertinggi ketika kita berinvestasi di saham seperti ini, bukan soal kinerja ataupun pergerakan harganya. Melainkan beban terhadap psikologi kita, misalnya: jadi kepikiran terus, pengen liatin harga sahamnya, susah tidur, gak fokus dan sebagainya. And yeap, kalau teman-teman penasaran/tidak percaya, dicoba saja 🙂

Back to topic, harusnya dengan menyeleksi fundamental, valuasi serta manajemen, teman-teman hanya akan mendapatkan sedikit saja perusahaan yang benar-benar menarik, dan selanjutnya kita akan membahas prinsip kedua, yaitu:

#2 Hanya Berinvestasi di Perusahaan Yang Kita Kenal

Jadi setelah kita memiliki SW pribadi, tips selanjutnya adalah memilih/membeli saham yang kita kenal baik terlebih dahulu. Karena hanya di perusahaan inilah, kita bisa benar-benar menganalisa prospek serta nilai wajarnya. Dan bukan berarti di saham-saham lainnya kita gak boleh invest, tapi teman-teman boleh coba pelajari dulu sahamnya, sampai benar-benar mengerti. Sama halnya seperti Buffett yang baru berinvestasi di IBM, Apple atau Amazon, ketika beliau baru benar-benar memahami bisnisnya. Karena itu, beliau pernah mengatakan kalimat berikut: While you should always stay within your circle of competence, at the same time you should always seek to expand it.

Dan maksudnya dengan mengerti di sini bukan berarti kita harus ngerti cara bikin obat seperti apoteker sebelum beli saham Kalbe Farma (KLBF). Melainkan cukup pahami beberapa hal penting saja, misalnya macam produk yang dijual beserta kontribusinya terhadap pendapatan emiten, bahan baku obatnya, porsi penjualan ekspor, tingkat hutang, pengaruh kurs dan seterusnya. Di mana informasi-informasi tersebut bisa kita dapatkan melalui dokumen LK, LT ataupun materi PE perusahaan. Jadi kedepannya misalkan ada sentimen negatif tertentu, seperti BPJS Defisit, kurs melemah dan sebagainya, kita tetap dapat menganalisa dengan tenang serta objektif.

#3 Selalu Terapkan Margin of Safety

Setelah menganalisa saham-saham yang dipahami, selanjutnya kita harus menerapkan yang namanya Margin of Safety (MoS). Di mana, seminimal-minimalnya MoS adalah 30%, tentunya semakin besar, semakin baik.

Nah, dari analisa di atas, saya menghitung bahwa value TOTL adalah di sekitar @686. Dan karena harganya sekarang berada di level @540, MoSnya saat ini ada di level 21,3%. Jadi mungkin kita akan tunggu sedikit lagi, sampai akhirnya memutuskan untuk membeli sahamnya. Atau bisa juga masuk sebagian dulu, dan baru akan beli lebih banyak ketika harganya menyentuh level < 476 (MoS 30%). Next, kalau teman-teman perhatikan lingkaran biru (perusahaan rokok), saya hanya memasukkan HMSP, GGRM dan WIIM saja ke dalam SW, namun apakah emiten rokok hanya itu? Jawabannya tidak, masih ada RMBA atau ITIC. However, karena fundamentalnya yang 1 gak bagus (saban tahun rugi), dan yang 1-nya lagi baru IPO, saya belum berencana untuk memasukkannya ke dalam SW.

That’s it, cara menyeleksi sekaligus membuat SW, gak sulit kan? 🙂 Anyway, kalau teman-teman masih ada yang mengatakan gak punya waktu, sangat sibuk dan sebagainya, yasudah berarti itu memang lantaran malas saja. Karena sejatinya, kalau kita sungguh-sungguh mau, di zaman sekarang kita bisa menganalisa dimana saja dan kapan saja kok, tentunya asalkan ada internet. Dan kalau memang niat, kita juga bisa mengorbankan 2 jam menonton bioskop di akhir pekan untuk baca-baca LK. Atau untuk langkah awal, kita juga dapat menggunakan aplikasi, yang menyediakan fitur untuk melakukan stocks screening. Tapi ingat, untuk teman-teman yang berhasil menemukan saham menarik dari hasil screener tersebut, kita tetap harus double check data-datanya, dan dilanjutkan menganalisanya secara manual!

 

Okey, artikelnya akan berakhir di sini, dan semoga teman-teman pembaca mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Untuk teman-teman yang mau mendapatkan file excel untuk menghitung 4 rasio dasar, bisa mengirim e-mail ke zomiwijaya8@gmail.com dengan subject ‘File Excel – Rasio Dasar Fundamental’, nanti akan Saya balas secepatnya. Thus, terima kasih juga kepada Pak Teguh, karena isi materi di artikel ini tidak lepas dari masukkan beliau. Oh ya, seluruh tulisan di atas hanya bertujuan untuk sharing saja, dan bukan ajakan untuk membeli saham tertentu. Disclaimer is always on and do your own research, adios amigos. Goodluck and Happy Investing Guys! 🙂

 

You should not buy stock because it’s cheap, but because you know a lot about it. – Peter Lynch

Tagged , , , , , , ,

About Zomi Wijaya

Fundamentalist, Value Investor
View all posts by Zomi Wijaya →

1 thought on “Simple Guidance for Stock Screening

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *