Life as a Value Investor

Kiat Membaca Laporan Tahunan

Pada tanggal 18 Maret 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan batas waktu publikasi Laporan Keuangan (LK) beserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dan itu artinya, jika LK Q4 harusnya sudah dirilis akhir Maret kemarin, maka deadline-nya diundur ke akhir Mei nanti. And yeap, hal ini juga berlaku untuk Laporan Tahunan (LT) emiten, di mana bagian akhir LT itu sendiri, harus menyertakan LK yang sudah diaudit oleh auditor eksternal. Alhasil, ketika artikel ini ditulis, LT 2019 yang dirilis oleh emiten Go Public tidak mencapai 50 buah. Thus, bagi teman-teman yang suka/ingin membaca LT, kita bisa memanfaatkan hal ini dengan mencicil secara perlahan tiap LT emiten yang ada di dalam portofolio kita, atau minimal kita anggap menarik.

Well, mungkin ada sebagian pembaca bertanya, kenapa kok yang dibahas LT, bukankah LK itu lebih penting? Nah, sejatinya LT ini sama pentingnya dengan LK, atau lebih tepatnya melengkapi analisa yang kita buat, agar hasilnya lebih komprehensif. Di mana jika pada LK analisanya cenderung ke kuantitatif, maka di LT analisa yang kita buat sifatnya lebih ke kualitatif, yakni mengetahui sejarah berdirinya perusahaan, mengenal stakeholders-nya, hingga memahami tantangan serta prospek bisnis emiten di masa depan. Sehingga jika ditanya mana yang lebih penting? Yeap, keduanya sama-sama penting.

Sumber: www.idx.co.id. Klik gambar untuk memperbesar

Nah, sebelum kita mulai lebih lanjut, teman-teman dapat mengakses seluruh laporan tahunan emiten secara gratis di website www.idx.co.id. Caranya dengan memilih kolom ‘Perusahaan Tercatat’ -> ‘Laporan Keuangan dan Tahunan’ -> Dan terakhir, tinggal masukan kode saham beserta tahun yang ingin dicari. Okey, sekarang mari kita masuk ke pembahasan utama:

Laporan Tahunan

Bagi teman-teman yang sudah sering membaca, pastinya kita sudah hafal dengan urutan yang disajikan dalam Laporan Tahunan alias Annual Report. Di mana umumnya ada 7 bagian utama dalam penyusunan LT:

  1. Ikhtisar Utama
  2. Laporan Manajemen
  3. Profil Perusahaan
  4. Analisis dan Pembahasan Manajemen
  5. Tata Kelola Perusahaan
  6. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
  7. Laporan Keuangan Konsolidasian (audited)*

And yeap, berdasarkan pengalaman pribadi, 4 bagian awal yang dicetak tebal di atas, merupakan bagian penting yang perlu kita analisa lebih lanjut di LT. Sedangkan untuk sisanya, yakni tata kelola dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tentunya sangat boleh jika mau dibaca, tapi sekali lagi berdasarkan pengalaman, tidak berkontribusi signifikan terhadap analisa fundamental emiten yang hendak kita analisa. Sekarang mari kita cermati ke-4 bagian tersebut, dari ikhtisar utama hingga analisis dan pembahasan manajemen:

Ikhtisar Utama

Pada bagian awal Laporan Tahunan, yakni ihktisar utama, biasanya kita langsung disuguhkan data-data kuantitatif ringkasan kinerja perusahaan 3-5 tahun terakhir, seperti contoh berikut:

Data Keuangan Bank Central Asia 2015-2019. Sumber: Laporan Tahunan BBCA tahun 2019, halaman 14 & 16

Nah, jika teman-teman melihat gambar di atas (diklik saja untuk memperbesar), selain menyediakan data secara angka, umumnya emiten juga menyediakan data operasional secara grafik/diagram, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dan di samping itu, biasanya bagian ikhtisar utama juga menyertakan informasi pendukung lainnya, seperti sejarah dividen, kinerja saham (pergerakan harag dan volume transaksi), hingga peristiwa-peristiwa penting lainnya dalam 1 tahun terakhir.

Dividen Tunai Bank Central Asia 2015-2019. Sumber: Laporan Tahunan BBCA tahun 2019, halaman 14 & 16

Yeap, secara garis besar, pada bagian ini kita bisa mendapatkan banyak informasi, baik kuantitatif, melalui posisi keuangan, pertumbuhan kinerja, hingga rasio fundamental. Dan kualitatif, misalnya dari seberapa royal emiten membagikan dividen, meraih penghargaan apa saja, atau milestone yang dicapai oleh perusahaan.

Laporan Manajemen

Memasuki bagian kedua, teman-teman akan langsung disambut oleh Komisaris Utama dan dilanjut Direktur Utama perusahaan. Dan dari laporan kedua pejabat eksekutif tertinggi, kita bisa mendapatkan banyak insight terkait bisnis yang dijalani oleh perusahaan. Contohnya, di Laporan Tahunan UNTR, disampaikan bahwa emiten memiliki 6 pilar bisnis, yang diantaranya adalah mesin konstruksi, kontraktor pertambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, konstruksi dan energi.

Penjelasan Direktur Utama UT terhadap salah satu segmen perusahaan. Sumber: Laporan Tahunan UNTR tahun 2019, Halaman 65

Yang mana apabila sebelumnya teman-teman belum tahu, sekarang jadi mengetahui informasi penting tersebut. Bahkan tidak hanya itu, lazimnya manajemen juga akan menyampaikan informasi pendukung terkait setiap segmen usaha perusahaan, misalnya berapa kontribusi masing-masing segmen terhadap pendapatan, apa saja pencapaian perusahaan selama 1 tahun terakhir, hingga prospek dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan kedepannya. Oh ya, biasanya level penyampaian tiap emiten bisa berbeda satu dengan lainnya, ada yang sangat singkat, namun ada juga yang sangat detail sekali. Dan ini bisa menjadi tolak ukur Good Corporate Governance (GCG), di mana tentunya GCG yang bagus, penjelasannya harus detail, transaparan dan akuntabel.

Profil Perusahaan

Selanjutnya, di bagian ke-3, yakni Profil/Identitas Perusahaan. Kita akan mengenal sejarah berdirinya perseroan, visi-misi, struktur organisasi, profil komisaris dan direksi, sampai siapa pemegang saham utama emiten. Nah, untuk teman-teman yang katakanlah baru berinvestasi beberapa tahun belakangan atau bahkan kurang dari itu, jangan merasa rendah diri karena kurang mengenal emiten-emiten yang ada di BEI.

Sejarah berdirinya DOID. Sumber: Laporan Tahunan 2019, Halaman 46

Karena melalui bagian profil/identitas perusahaan, kita dapat mengetahu awal mulanya perusahaan berdiri hingga jadi seperti sekarang ini. Misalnya jika kita membaca Laporan Tahunan DOID, pada awal pendiriannya ternyata perusahaan bergerak di bidang tekstil, dan baru pada Februari 2008, tepatnya ketika booming komoditas, perseroan mengalihkan bisnsinya ke industri batu bara. Well, menarik bukan?

Sebelum mengakhiri bagian ini, teman-teman akan disajikan terlebih dahulu profil seluruh manajemen perusahaan, komisaris hingga direksi dengan perannya masing-masing. Dan dalam hal ini, kita juga bisa menggali banyak informasi, misalnya apakah manajemennya profesional atau tidak, bagaimana track record manajemen, pernahkan manajemen tersangkut kasus tertentu di masa lalu, dan sebagainya.

Profil Pak Hagianto Kumala. Sumber: Laporan Tahunan DOID 2019, Halaman 33

Di emiten yang sama, yakni DOID. Kita dapat mengetahui bahwa posisi Direktur Utama perusahaan dijabat oleh Pak Hagianto Kumala. Thus, jika melihat rekam jejaknya di masa lalu, beliau pernah menjadi Direktur Utama UNTR, sekaligus mantan Komisaris Utama dari PT. Pamapersada Nusantara (PAMA), the largest coal mining contractor in Indonesia. Dan pada masa beliau menjabat, UNTR terbukti meraih kinerja yang gemilang, sebagai contoh jika di tahun 2000 (pasca krisis moneter) laba perusahaan hanya 6,1 Miliar saja, pada masa akhir jabatan Pak Hagianto, tepatnya di tahun 2007, perusahaan berhasil membukukan laba sebesar 1,5 Triliun. Yang artinya pertumbuhan laba UNTR mencapai 24,500% dalam waktu 7 tahun, alias berhasil melakukan turnaround.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah DOID yang saat ini dipimpin oleh Pak Hagianto bisa menjadi the next UNTR? Well, tentunya itu kita tidak tahu. Namun demikian, jika kita bedah lebih dalam terkait struktur perusahaannya, sejatinya pendapatan DOID hanya berasal dari 1 anak usaha yang bernama PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Di mana manajemen BUMA ini beda lagi dengan DOID, dan rasanya cukup aneh, kenapa manajemen DOID ‘cukup gemuk’ padahal hanya sebatas induk usaha/cangkang yang mengandalkan pendapatan dari BUMA saja.

Yeap, analisa di atas hanya sepenggal kisah menarik terkait bagian profil/identitas perusahaan. Tentunya teman-teman bisa menemukan data atau fakta lainnya dari berbagai macam emiten yang sudah merilis Laporan Tahunan terbarunya. Sekarang mari kita lanjutkan ke bagian akhir, yaitu:

Analisis dan Pembahasan Manajemen

Nah, di bagian akhir ini, yaitu Analisis dan Pembahasan Manajemen biasanya isinya cukup panjang. However, teman-teman boleh menitik beratkan pada 3 poin berikut: 1. Tinjauan usaha/bisnis, yang isinya terkait tentang prospek, tantangan hingga strategi yang dihadapi oleh perusahaan kedepannya. 2. Tinjauan kinerja keuangan, yang menjelaskan penyebab perubahan posisi neraca, laba rugi, arus kas, dan rasio lainnya dari laporan keuangan kosolidasi yang sudah diaudit. 3. Realisasi serta target manajemen setahun kedepan.

Sumber daya dan cadangan yang dimiliki Bukit Asam. Sumber: Laporan Tahunan PTBA 2019, halaman 168

Sebagai contoh, jika teman-teman hendak menganalisa emiten barubara, tentunya tidak akan lengkap jika kita belum mengetahui jumlah cadangan batu bara yang dimiliki perusahaan. Dan biasanya dalam tinjauan usaha, disampaikan secara mendetail jumlah sumber daya dan cadangan terbukti yang dimiliki oleh perusahaan tambung batu bara tersebut. And yeap, informasi terkait ini tidak bisa kita temukan di Laporan Keuangan, sehingga ini salah satu poin penting lainnya membaca Laporan Tahunan.

Penjelasan perubahan posisi kas dan setara kas. Sumber: Laporan Keuangan PTBA tahun 2019.

Selanjutnya, jika teman-teman bingung penyebab atau membutuhkan penjelasan terkait perubahan pos-pos di Laporan Keuangan Tahunan, maka poin tinjauan kinerja keuangan akan menjelaskan hal tersebut, terutama jika perubahannya sangat signifikan. Misalnya dari gambar di atas, kita mengetahui bahwa penurunan kas PTBA disebabkan penempatan deposito berjangka 3 bulan. Dan memang jika kita telisik lebih lanjut ada kenaikan pada pos ‘Aset lancar lainnya’ yang nilainya kurang lebih sebesar perubahan kas dan setara kas perusahaan.

Pencapaian kinerja di tahun 2019 dan proyeksi 2020. Sumber: Laporan Tahunan WEGE 2019, halaman 236

Last but not least, biasanya emiten-emiten juga menyampaikan realisasi serta target manajemen untuk 1 tahun kedepan, khususnya untuk perusahaan-perusahaan BUMN. Misalnya seperti yang tertera pada laporan tahunan di atas, realisasi kinerja WEGE di tahun 2019, tidak mencapai target manajemen. Dan bagi teman-teman yang penasaran kenapa kok perusahaan gagal memenuhi targetnya, silahkan baca langsung di  Laporan Tahunan WEGE :). Sekarang mari kita masuk ke:

Kesimpulan

Okeyy, jika teman-teman cermati artikel ini lagi dari awal, kita sudah mengetahui keunggulan-keunggulan Laporan Tahunan yang tidak dimiliki Laporan Keuangan. Misalnya data kinerja 5 tahun kebelakang, sedangkan LK hanya sebatas membandingkan 1 tahun saja. Atau, penjelasan manajemen terkait kinerja perusahaan 1 tahun terakhir, apa saja yang dihadapi oleh perseroan, hingga informasi-informasi kualitatif lainnya. Sehingga yang ingin saya sampaikan di sini adalah, Laporan Tahunan merupakan satu komponen yang sangat penting dalam menganalisa saham, dan sejauh ini (untuk saya pribadi), Laporan Tahunan ini adalah dokumen yang paling efektif guna memahami bisnis saham yang kita analisa.

Sedikit tips untuk teman-teman yang belum pernah/jarang membaca Laporan Tahunan, saran saya coba baca perlahan-lahan dari emiten yang sahamnya kita miliki terlebih dahulu, alias ada di dalam portofolio. Selanjutnya jika sudah selesai, kita dapat melanjutkan dengan membaca Laporan Tahunan kompetitor bisnisnya, misalnya jika teman-teman memiliki saham JPFA, akan lebih baik bukan, jika kita memahami keunggulan serta kekurangan perusahaan dibandingkan perusahaan sejenisnya (CPIN, MAIN atau SIPD)? Yang mana, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan membaca laporan tahunan ke-4 emiten tersebut. Dan kita tidak harus seperti Warren Buffett yang setiap harinya membaca 1 Annual Report, katakanlah jika kita bisa membaca 1 minggu 1 LT saja itu sudah sangat baik sekali, dan dapat saya katakan sudah mengungguli mayoritas investor pada umumnya 🙂

 

Okey, pembahasan mengenai Laporan Tahunan akan kita akhiri sampai di sini. Semoga teman-teman mendapatkan wawasan yang lebih luas serta ilmu yang bermanfaat, dan mudah-mudahan langsung praktik juga membaca Laporan Tahunan emiten. Disclaimer is always onadios amigos. Goodluck and see you on next article!

 

I read annual reports of the company i’m looking at and I read the annual reports of the competitors – that is the main source of material. – Warren Buffett

Tagged , , , , ,

About Zomi Wijaya

Fundamentalist, Value Investor
View all posts by Zomi Wijaya →

2 thoughts on “Kiat Membaca Laporan Tahunan

  1. Mantap, membantu banget. Selama ini saya hanya membaca lk karena panjang banget baca lt dan bingung cara bacanya. Karena kebanyakan info2 di buku maupun yt mengenai lk.

    Thank you

  2. Terima kasih sudah menjelaskan dengan padat dan jelas. Ilmu daging semua. Semoga zomi wijaya sukses selalu 👍

Leave a Reply to Fikri Nasrul Arifin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *