Market Insight

Industri Kabel & Indonesia ?

 

Hello guys! di artikel ini saya ingin membahas tentang industri kabel yang kira-kira bulan maret-april cukup booming. Sebenernya banyak perusahaan kabel yang listing di BEI, diantaranya adalah KBLI, SCCO, JECC, VOKS, IKBI dan KBLM. Tapi kali ini saya hanya ingin membahas 2 perusahaan yang saya jagokan saja yaitu KBLI (KMI Wire and Cable Tbk) dan SCCO (Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk). Nanti kita akan bahas 2 perusahaan tersebut. Sebelum itu saya ingin membahas tentang industri Kabel di Indonesia terlebih dahulu.

Oke, saya ingin bertanya ke temen-temen sebenernya bagus ga si prospek industri kabel di Indonesia kedepannya?

.

.

.

Well, jawabannya seharusnya antara iya dan tidak, betul? Nah tapi saya sering melihat di forum-forum jawabannya itu Iya & Tidak. Iya katanya kalau Pak Jokowi kepilih lagi tahun 2019, tidak kalau Pak Jokowi ga kepilih lagi tahun 2019. Loh, memang kalau Pak Jokowi ga kepilih lagi negaranya bakal ngerem? ga ngelakuin apa-apa? ya ngga kan.. Saya percaya siapapun Presiden RI selanjutnya pasti ingin membuat negara ini lebih maju. Karena itu, saya percaya industri kabel di Indonesia itu pasti akan bertumbuh alias memiliki prospek yang cerah kedepannya. Buktinya?

 

https://djk.esdm.go.id/pdf/Coffee%20Morning/Juli%202016/Rencana%20Usaha%20Penyediaan%20Tenaga%20Listrik%20(RUPTL)%202016-2025%20–%20PLN.pdf

Well, data says it all. Di tahun 2025 kebutuhan listrik di Indonesia hampir meningkat 100%. It could be higher than that, why? Kita tahu bahwa listrik itu energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ga bisa hidup tanpa handphone right? nah FYI aja, handphone ga bisa hidup tanpa listrik. Artinya apa? kita ga bisa hidup tanpa listrik. Oke, itu cuma bercanda aja kok hehe.. Mari kita lihat berita berikut:

  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan kebutuhan listrik pada tahun 2025 akan melonjak tajam. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menghasilkan mobil listrik sebanyak 400.000 unit pada tahun 2025, atau 20 persen dari total produksi listrik di Indonesia. Source: https://www.merdeka.com/uang/2025-kebutuhan-listrik-melonjak-karena-charger-ponsel-dan-mobil.html

 

Oke sepertinya ngomongin industri listrik sudah cukup, sekarang saya ingin membahas 2 perusahaan jagoan saya, yaitu KBLI (KMI Wire and Cable Tbk.) dan SCCO (Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk). Keuntungan kedua perusahaan tersebut berasal dari 2 industri utama, yaitu Power Plant dan Property. Nah kebetulan property belum booming, kemarin juga ada berita bahwa proyek 35.000 MW ga bakal kecapai dan sudah di revisi sehingga harga saham KBLI dan SCCO letih lesu.

Mengutip kata Mr. Warren Buffett yaitu “Be Greedy when others are fearful and fearful when others are greedy” apakah ini kesempatan? Maybe yes, maybe no. Kita harus analisa kedua perusahaan KBLI dan SCCO terlebih dahulu. Berikut analisa fundamental kedua perusahaan tersebut:

No. Nama Emiten Kode Price Market Cap. G.P.M PER PEG PBV ROE DER Value MoS Type
1 KMI Wire and Cable KBLI 460 1840 17,8% 4,13 0,10 1,09 26% 0,45 678 47% 2nd Liner
2 Supreme Cable Manufacturing & Commerce SCCO 8575 1766,45 8,7% 7,29 0,30 0,71 10% 0,51 8370 -2% 2nd Liner

 

Teman-teman bisa melihat bahwa berdasarkan data yang saya bikin (sebaiknya teman-teman check terlebih dahulu) KBLI lebih unggul di 5 rasio di banding SCCO. Data yang saya cetak tebal berarti data yang lebih baik dari competitornya.

*Notes: MoS adalah Margin of Safety

Terus apakah kita langsung beli saham KBLI sekarang? jawabannya adalah ANALISA KITA BELUM SELESAI. Pertama kita sudah menganalisa industrinya, selanjutnya kita bandingkan dengan kompetitornya, yang terakhir adalah membandingkan dengan perusahaan itu sendiri. Caranya gimana? kita menggunakan analisa PEBD:

www.stockbit.com

Oke, cara melihatnya gampang, grafik ungu adalah garis rata-rata PER dari KBLI. Biasanya PER perusahaan cenderung berada di garis ungu, apabila PER perusahaan berada di garis biru seperti gambar di atas. Biasanya PER perusahaan tersebut akan kembali ke garis ungu, which means cara naiknya gimana? Harganya Naik / Laba Perusahaan Turun. Saya percaya yang pertama, yaitu harganya naik (tapi gatau kapan) karena KBLI ini perusahaan yang memiliki fundamental bagus serta cukup stabil.

So menjawab pertanyaan di awal gimana saham KBLI apakah buy atau sell? Beli atau jual? nah jawaban saya bukan 2-2nya, jawaban saya adalah kembali kepada keputusan masing-masing 🙂 Saya pribadi hold karena udah beli dari taun lalu.. hehehe. Tapi mungkin juga nambah untuk beli lagi karena harganya cukup attractive. Sehingga keputusan pembelian kembali kepada kita masing-masing.. hehe

 

Sekian artikel yang saya buat, sampai jumpa teman-teman di artikel saya selanjutnya. Semoga temen-temen bisa nambah ilmu dari artikel yang saya tulis ini. Btw, temen-temen juga boleh follow

IG: @WijayaPartnership

Facebook: @WijayaPartnership

@Line: @lwe1408i

Oke akhir kata, Adios ! Goodluck and Happy Investing 🙂

Tagged , , , , , , , , , , , , , , ,

About Zomi Wijaya

A Fundamentalist, Value Investor
View all posts by Zomi Wijaya →

4 thoughts on “Industri Kabel & Indonesia ?

  1. Mau tanya, kira2 apakah ada indikator atau faktor lain ga yah dlm menentukan perushaan listrik tsb bgus untuk di beli?
    Trims

    1. Dear Bapak Herry,
      Terima kasih untuk pertanyaannya

      Indikator lain yang perlu kita perhatikan adalah harga copper (tembaga), dimana copper adalah bahan baku utama dari perusahaan kabel.

      Pergerakan harga copper yang cukup volatile (commodity), kita akan lebih aman ketika kita membeli perusahaan yang memiliki Gross Profit Margin yang tinggi.

      Semoga jawaban saya membantu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *