Stock Analysis

Multi Indocitra (MICE) – Value Stock

Pada tahun 2017 perusahaan PT. Multi Indocitra Tbk. (MICE) membukukan laba bersih sebesar 66,6 Miliar atau meningkat sebesar 221,7% YoY dibandingkan laba bersih perusahaan di tahun 2016 sebesar 20,7 Miliar. Apabila teman-teman cermat, lonjakan laba ini tidak murni dari operasionalnya dan hanya terjadi satu kali (one-off earnings). Saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai one-off earnings tersebut, tetapi sebelumnya mari kita mengenal perusahaan ini terlebih dahulu:

 

Company Profile

 

PT. Multi Indocitra Tbk. berdiri pada tahun 1995, dan mulai listing di BEI di akhir tahun 2005 dengan harga pemasaran 490 rupiah / saham. Tanpa memperhitungkan dividend, jika kita menghold semenjak IPO saham MICE kita akan membukukan capital loss sebesar -24,8% dan opportunity loss selama 13 tahun. Apakah bisnis perusahaan ini begitu buruk sehingga harganya sulit untuk naik ? Menurut saya pribadi, bisnis perusahaan cukup prospektif dimana perusahaan memiliki 3 produk utama untuk dijual dengan brand yang cukup terkenal. Produk tersebut adalah:

  1. Barang Konsumsi Perlengkapan Bayi dan Produk Perawatan
    Kesehatan (Pigeon)
  2. Kosmetik (Aibu, Astalift & Lunamer)
  3. Barang-barang Umum Perlengkapan Rumah Tangga (Lock&Lock lisensi Hello Kitty & Snoopy)

Selain 3 produk di atas, MICE juga memiliki retail store bernama baby world, dengan jumlah cabang sebanyak 15 (pada april 2017) dan online shop bernama www.babypapaya.id. So far, omzet dari bisnis online MICE masih sangat kecil, tidak sampai 3% dari total revenue perusahaan. Selanjutnya, mari kita melihat daftar pemegang saham dari perusahaan MICE:

Ada 2 nama yang mungkin teman-teman pernah dengar, yaitu Bpk. Sukarto Bujung (Owner perusahaan beras dengan kode saham HOKI) & Bpk. Surono Subekti (Penulis buku Kiat Bermain Saham). Yup, Kedua nama tersebut adalah Investor terkenal di Indonesia yang menganut aliran Value Investing (mungkin seangkatan Bpk. Lo Kheng Hong). To be noted, untuk menguasai 1% saham beredar saja kira-kira kita membutuhkan uang (minimal) 2 Miliar, kedua orang tersebut membeli hingga >5% jumlah saham beredar. Teman-teman bisa hitung sendiri berapa nilai investasi Pak Sukarto dan Surono di perusahaan MICE ini (Hopefully, someday kita juga bisa menjadi pemegang saham >5% perusahaan publik. Amin! 😉 ) . Mari kita lihat kinerja perusahaan ini:

 

Fundamental MICE

 

berikut adalah Kinerja Keuangan MICE Full Year 2017 *in billion

Apabila kita melihat dengan kacamata kuda, maka melihat rasio di atas  seperti melihat air di gurun pasir ! NPM 12%, PER 3x PEG 0,1x PBV 0,3x ROE 11% dan DER 0,4 looks interesting. Tetapi kita perlu curiga bagaimana perusahaan bisa meningkatkan labanya secara tiba-tiba di tahun 2017 sebesar 221,7% YoY.

Apabila teman-teman melihat garis lingkaran kuning, sangat tidak logis karena penjualan perusahaan hanya meningkat sebanyak 3,22% tetapi labanya tumbuh sebesar 221,7% YoY. Untuk teman-teman yang awam mengenai akuntansi, teman-teman bisa menggunakan hukum perbandingan dalam menganalisa lonjakan laba ini. Apabila penjualan di tahun 2016 sebanyak 552,3 Miliar menghasilkan laba bersih 14,26 Miliar, maka apabila penjualan tahun 2017 sebanyak 570 Miliar, seharusnya laba bersih perusahaan berada di kisaran ± 14,72 Miliar. Tentu rumus perbandingan ini hanya langkah awal dan masih jauh untuk mengetahui angka sebenarnya laba bersih perseroan, tetapi hukum perbandingan ini bisa digunakan untuk menganalisa kelogisan sebuah Laporan Keuangan.

Jika kita melihat lingkaran garis hijau maka ada pemasukan dari ‘pendapatan dari operasi lainnya’ yang luar biasa banyak, yaitu sebesar 95 Miliar atau meningkat jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Teman-teman bisa melihat catatan 2c, 13 dan 29, dimana teman-teman akan menemukan bahwa pendapatan operasional lainnya disebabkan oleh 2 hal: yaitu surplus revaluasi aset dan penjualan saham PT Pigeon Indonesia sebanyak 30% kepada Pigeon Singapore Pte. Ltd. One-off earnings ini mendistorsi laba usaha perusahaan di tahun 2017, sehingga kita tidak bisa melihat langsung laba bersih perusahaan yang murni berdasarkan operasionalnya. Most likely, one-off earnings karena lonjakan laba ini tidak akan terjadi 2x di masa yang akan datang dan one-off earnings berpotensi menggerus laba bersih perusahaan di masa yang akan datang (Contoh: Perusahaan menjual aset yang produktif menghasilkan laba untuk perusahaan).

Sekarang saya akan mencoba untuk menganalisa laba bersih perusahaan yang sebenarnya:

Laba penjualan Investasi saham MICE adalah sebesar Rp. 70.334.436.465,- Selanjutnya saya menggunakan analisa sbb:

Yap, saya memperkirakan hasil laba bersih perusahaan di tahun 2017, murni berdasarkan operasinya adalah 19,9 Miliar rupiah. Selanjutnya dengan menggunakan analisa terbaru, maka kita bisa lebih jelas dalam menganalisa saham MICE tanpa memperhitungkan one-off earnings dari penjualan saham anak perusahaannya. Mari kita masukkan laba bersih perusahaan yang sebesar 19,9 miliar ini untuk menghitung rasio GPM, NPM, PER, PEG dan ROE perusahaan. Hasilnya adalah sbb:

Menggunakan laba bersih sebesar 19,9 Miliar maka perusahaan MICE memiliki:

  • NPM 3%, analisa sebelumnya 12%
  • PER 10,2x, analisa sebelumnya 3x
  • PEG -1,2, analisa sebelumnya 0,1 (berdasarkan data 5 tahun terakhir berarti kinerja perusahaan menurun)
  • PBV 0,3, tetap sama
  • ROE 3%, analisa sebelumnya 11%
  • DER 0,4, tetap sama

 

Dua hal utama yang harus kita pertimbangkan dalam memilih sebuah saham adalah:

  1. Perusahaan berada di harga yang Undervalue
  2. Perusahaan memiliki bisnis yang Outstanding

Lalu apakah perusahaan MICE undervalue? Saya tidak bisa pungkiri bahwa saham MICE saat ini sudah sangat undervalue, dimana PBV perusahaan hanya sebesar 0,3x. Lalu apakah MICE memiliki bisnis yang outstanding? To be honest, sebenarnya saya kurang mengerti produk-produk bayi dan kosmetik (saya belum berkeluarga dan tidak pernah pakai kosmetik.. hehe 🙂 ) alias awam. Tapi saya pikir bisnisnya ok lah, toh setiap hari di Indonesia tingkat pertumbuhan penduduknya cukup tinggi dimana artinya setiap hari tumbuh target market-target market baru untuk MICELast question apakah saya tertarik untuk membeli saham MICE sekarang? untuk saat ini saya pribadi belum tertarik membeli saham MICE. Saya lebih memilih perusahaan-perusahaan yang memiliki Outstanding Business terlebih dahulu lalu menunggu untuk membelinya di harga yang murah or at least wajar. Tetapi apabila teman-teman merasa MICE sudah sangat murah sehingga penurunannya terbatas dan memiliki bisnis jangka panjang yang bagus, then go on. Karena sebagai saham lapis tiga, teman-teman bisa saja mendapatkan jackpot dengan lonjakan harga dalam jangka waktu yang singkat.

 

In the end, artikelnya saya akhiri sampai sini. Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah membaca artikel saya, semoga teman-teman mendapatkan pengetahuan lebih dalam menganalisa sebuah saham. Saya pribadi sebenarnya tidak memiliki background accounting, sehingga mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam artikel saya.. Adios, Goodluck and happy Investing Guys!. 🙂

 

A Great Business at a Fair Price is Superior to Fair Business at a Great Price. – Charlie Munger

Tagged , , , , , , ,

About Zomi Wijaya

Fundamentalist, Value Investor
View all posts by Zomi Wijaya →

4 thoughts on “Multi Indocitra (MICE) – Value Stock

  1. Mantap analisanya… Memang kebanyakan pemain baru saham banyak kejebak hanya lihat sekilas PER dan PBV doang tanpa analisa lebih dalam tentang laporan keuangannya…

    thanks pak zomi

  2. “penjualan saham PT Pigeon Indonesia sebanyak 30% kepada Pigeon Singapore Pte. Ltd.” Apakah nanti labanya tidak terpengaruhi karena telah kehilangan 30% saham di PT Pigeon Indonesia mengingat lini utama bisnisnya di PT Pigeon Indonesia? Maaf Pak masih sangat newbie

    1. Labanya akan sangat berpengaruh pak.. dimana kita tahu bahwa Pigeon sendiri merupakan cashcow utama MICE..

      *treatment akuntansinya pun akan menjadi berbeda, karena MICE sudah bukan menjadi pemegang saham mayoritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *