Glosarium

I. Istilah Umum Saham (General)

 

Annual Report (Laporan Tahunan): Laporan yang disampaikan oleh manajemen mengenai perkembangan, pencapaian, target suatu perusahaan dalam satu tahun.

Assets (Aset): Semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan, secara akuntansi Aset = Ekuitas + Liabilitas.

Audited Financial Report (Laporan Keuangan Audit): Laporan keuangan yang telah diperiksa sesuai dengan pemeriksaan akuntan, disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan oleh auditor.

Auto Reject Atas (ARA): Batas atas pergerakan saham dalam satu hari bursa, untuk saham dengan fraksi harga < 200 maksimal kenaikan adalah 35%, sedangkan fraksi harga di atas itu maksimal kenaikan adalah 25%.

Auto Reject Bawah (ARB): Batas bawah pergerakan saham dalam satu hari bursa, untuk saham dengan fraksi harga < 200 maksimal penurunan adalah 35%, sedangkan fraksi harga di atas itu maksimal penurunannya adalah 25%.

Averaging Down: Strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham sedang mengalami penurunan.

Averaging Up: Strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham sedang mengalami kenaikan.

Bearish: Kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren turun atau melemah.

Black Monday: Penurunan terbesar Dow Jones Index (DJI) dalam sejarah, dimana DJI turun sebesar 508 poin atau 22% dalam satu hari.

Block Trade: Transaksi saham dalam skala yang sangat besar.

Bottom Fishing: Sebuah strategi membeli saham yang jatuh dalam waktu yang singkat.

Broker (Pialang): Individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual dan beli.

Bullish: Kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren naik atau menguat.

Bursa Efek Indonesia (BEI): Bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES).

Business Cycle (Siklus Bisnis): Pergerakan naik-turun secara bergantian dari Produk Domestik Bruto (PDB) di sekitar tren pertumbuhan jangka panjangnya.

Capital Gain (Selisih Keuntungan): Keuntungan yang didapatkan seorang investor karena harga jual sahamnya lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

Capital Loss (Selisih Kerugian): Kerugian yang didapatkan seorang investor karena harga jual sahamnya lebih rendah dibandingkan harga belinya.

Commodity (Komoditas): Sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya. Contoh Komoditas: Tembaga, Nikel, Emas, Jagung dan lainnya.

Common Stock (Saham Biasa): Saham yang mewakili kepemilikan pada sebuah perusahaan.

Conflict of Interest (Konfik Kepenting): Keadaan sewaktu seseorang pada posisi yang memerlukan kepercayaan, seperti pengacara, politikus, eksekutif atau direktur suatu perusahaan, memiliki kepentingan profesional dan pribadi yang bersinggungan.

Controlling Shareholders (Pemegang Saham Pengendali): Badan hukum atau perorangan yang memiliki saham sebesar 25% (dua puluh lima perseratus) atau lebih dari jumlah saham yang dikeluarkan dan mempunyai hak suara.

Corporate Secretary (Corsec): Seorang sekretaris perusahaan yang bertugas menjembatani dewan direksi dengan seluruh pemegang saham di sebuah perusahaan.

Current Account Deficit (Neraca Transaksi Berjalan): Alat ukur untuk perdagangan internasional Indonesia yang mencakup transaksi barang, jasa, pendapatan faktor produksi. Sebuah negara yang memiliki defisit transaksi berjalan berarti negara tersebut menjadi negara yang kalah bersaing dalam hal ekspor dan impor, karena itu membutuhkan modal atau aliran finansial untuk membiayai defisit.

Custody (Kustodian): Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Cut Loss: Aksi menutup posisi yang merugi karena harga bergerak berlawanan dengan prediksi kita.

Deflation (Deflasi): Periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah, lawan dari deflasi adalah inflasi.

Dilution (Dilusi): Penurunan persentase kepemilikan saham, biasanya terjadi karena faktor Right Issue atau Private Placement.

Disclosure (Keterbukaan Informasi): Pemberian informasi oleh emiten, baik yang bersifar positif maupun negatif.

Discretionary Order (Pesanan Sebaik Mungkin): Pesanan yang dilaksanakan berdasarkan tingkat harga yang menurut pendapat Pialang atau Perantara Pedagang Efek terbaik untuk nasabahnya.

Diversification (Diversifikasi): Tindakan untuk membagi beberapa instrumen investasi dalam sebuah portofolio, dengan tujuan untuk meminimalisir risiko.

Down Jones Industrial Average (DJIA): Indeks yang terdiri dari 30 perusahaan terbuka terbesar di Amerika Serikat. DJIA merupakan indeks pasar AS tertua yang masih berjalan.

Economic Bubble (Gelembung Ekonomi): Perdagangan produk, jasa atau aset dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai fundamentalnya. Biasanya setelah periode bubble akan terjadi periode resesi.

Efek Beragun Aset (EBA): Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif yang terdiri dari aset keuangan berupa sewa guna usaha, perjanjian jual beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan, tagihan kartu kredit, pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen, Efek bersifat hutang yang dijamin oleh pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit Arus Kas, serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.

Equity (Ekuitas): Modal, hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca, secara akuntansi Ekuitas = Aset – Liabilitas.

Financial Report (Laporan Keuangan): Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

Force Majeure: Suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Foreign Exchange (Devisa): Sejumlah valuta asing yang berguna untuk membiayai seluruh transaksi perdagangan internasional atau perdagangan antarnegara.

Free Float: Jumlah saham yang beredar dan diperdagangkan di publik.

Fundamental Analysis (Analisa Fundamental): Metode analisis yang didasarkan pada kinerja, valuasi dan prospek suatu perusahaan.

Good Till Cancelled (GTC): Sebuah order pembelian atau penjualan saham pada harga yang broker terima dari klien, dan berlaku hingga order tersebut dipenuhi atau dibatalkan.

Gross Domestic Product (GDP): Nilai uang atau nilai moneter semua barang-barang serta jasa yang dihasilkan oleh suatu negara pada suatu periode tertentu.

Hang Seng (HSI): Index dari bursa saham di Hong Kong.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Indeks pergerakan harga saham di BEI, Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI.

Indeks LQ 45: Indeks pasar saham di BEI yang terdiri dari 45 perusahaan yang kriteria utamanya adalah likuiditas didukung dengan kriteria lainnya.

Independent Commisioner (Komisaris Independen): Anggota dewan komisaris yang tidak berafiliasi dengan Direksi, anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Independent Director (Direktur Independen): Direktur yang tidak punya hubungan material dengan perusahaan, direksi, komisaris, terkecuali gaji yang diberikan oleh Perusahaan.

Inflation (Inflasi): Suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Insider Trading (Perdagangan Orang Dalam): Perdagangan efek yang dilakukan oleh manajemen, komisaris serta afiliasi lainnya memanfaatkan informasi penting dan belum terbuka untuk umum dengan tujuan untuk keuntungan pribadi.

Interest Rates (Suku Bunga): Pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman dalam bentuk persentase, nilai suku bunga sangat berdampak terhadap fundamental ekonomi suatu negara.

Interim Financial Report (laporan Keuangan Interim): Laporan keuangan yang diterbitkan di antara dua laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim dapat disusun secara bulanan, triwulan, atau semesteran. Mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan.

Issuer (Emiten): Perusahaan baik swasta maupun BUMN yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (bisa saham, obligasi, right issue, warrant, atau jenis efek lainnya).

Liability (Liabilitas): Hutang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Rumusnya = Aset – Ekuitas.

Liquidity (Likuiditas): Kemudahan dalam menjual atau menukarkan saham dalam aksi jual maupun beli.

Limited Review Financial Report (Laporan Keuangan Penelaahan Terbatas): Laporan Keuangan Interim yang menggunakan jasa audit dari pihak eksternal, dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas dan akurasi yang lebih baik sesuai dengan Penyataan Standar Akuntansi keuangan (PSA) yang berlaku.

Lot: Standar ukuran per transaksi, di BEI 1 lot adalah 100 lembar. 

Margin Trading (Rekening Marjin): Fasilitas yang memungkinkan nasabah untuk membeli saham melebihi dari batasan pembelian normal yang dimilikinya.

Minority Shareholders (Pemegang Saham Minoritas): Pemegang saham dalam suatu perusahaan dalam jumlah yang terbatas atau sedikit. Pada umumnya pemegang saham minoritas tidak memiliki kedudukan dalam perusahaan baik sebagai direksi maupun komisaris.

Modal Dasar: Seluruh nilai nominal saham Perseroan yang disebut dalam Anggaran Dasar. Modal dasar pada prinsipnya merupakan total jumlah saham yang dapat diterbitkan oleh Perseroan.

Modal Disetor: Modal yang sudah dimasukkan pemegang saham sebagai pelunasan pembayaran saham yang diambilnya sebagai modal yang ditempatkan dari modal dasar perseroan. Jadi, modal disetor adalah saham yang telah dibayar penuh oleh pemegang atau pemiliknya.

Model Ditempatkan: Jumlah saham yang sudah diambil pendiri atau pemegang saham. Dengan kata lain, modal ditempatkan itu adalah modal yang disanggupi pendiri atau pemegang saham untuk dilunasinya, dan saham itu telah diserahkan kepadanya untuk dimiliki.

Month over Month (MoM): Membandingkan dua angka dalam periode satu bulan di masa yang berbeda.

New York Stock Exchange (NYSE): Index dari bursa saham di Amerika Serikat, salah satu bursa utama dunia.

Nikkei: Index dari bursa saham di Jepang.

Parent / Holding Company (Perusahaan Induk): Perusahaan yang menjadi perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan.

Pasar Negosiasi: Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan tawar menawar langsung secara individual dan penyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan Anggota Bursa Efek.

Pasar Reguler: Transaksi saham menggunakan mekanisme tawar menawar yang berlangsung secara terus menerus selama periode perdagangan.

Pasar Tunai: Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan oleh Anggota Bursa Efek dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0).

Portfolio (Portofolio): Kumpulan aset investasi yang terdiri dari berbagai instrumen investasi.

Preferred Stock (Saham Preferen): Saham yang memberikan hak untuk mendapatkan dividen lebih dulu dibandingkan saham biasa.

Price Fraction (Fraksi Harga): Perubahan harga minimum atau satuan pecahan terhadap perubahan harga saham. Harga < 200, fraksi harganya 1 poin. Harga 200 – 500 fraksi harganya 2 poin. Harga 500 – 2.000 fraksi harganya 5 poin. Harga 2.000 – 5.000 fraksi harganya 10 poin. Harga > 5.000 fraksi harganya 25 poin.

Prospectus (Prospektus): Gabungan antara profil perusahaan dan laporan tahunan yang menjadikannya sebuah dokumen resmi yang digunakan oleh perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai saham yang ditawarkannya untuk dijual kepada publik.

Rebalancing: Strategi menyesuaikan kembali alokasi portofolio sesuai tujuan investasi investor.

Securities Company (Perusahaan Sekuritas): Anggota bursa efek dengan lisensi khusus untuk melakukan jual beli efek atau saham dan menjadi perantara transaksi bagi perusahaan atau investor.

Quarter over Quarter (QoQ): Perbandingan ukuran dua waktu yang sama dalam periode berbeda dalam basis satu kuartal.

Recession (Resesi): Kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Repurchasing Agreement / REPO (Perjanjian Pembelian Kembali): Perjanjian pinjaman dana dengan agunan saham atau surat utang, jika peminjam gagal membayar pinjaman pada saat jatuh tempo, pemberi pinjaman berhak menyita saham yang diagunkan oleh peminjam.

Risk Free Rate (Suku Bunga Bebas Risiko): Suku bunga pinjaman dimana peminjamnya nyaris tidak akan gagal memenuhi kewajiban.

Rumours (Rumor): Sepotong informasi yang belum diverifikasi sumbernya (belum terbukti benar) yang pada umumnya menyebar dari mulut ke mulut.

S&P 500: Sebuah indeks di Amerika yang terdiri dari saham 500 perusahaan dengan nilai kapitalisasi besar, mencakup nyaris 75 persen dari pasar ekuitas di Amerika Serikat.

Shares Outstanding (Jumlah Saham Beredar): Bagian saham perusahaan yang sudah diterbitkan oleh perusahaan dan sudah memiliki status dimiliki oleh individu perorangan, perusahaan ataupun lembaga.

Singapore Stock Exchange (SGX): Index dari bursa saham di Singapura.

Sister Company (Perusahaan Saudara): Perusahaan yang dimiliki oleh orang / organisasi yang sama. Perusahaan tersebut mempunyai nama berbeda dan biasanya perusahaan yang terpisah namun punya afiliasi erat dengan perusahaan induk.

Speculation (Spekulasi): Sebuah kegiatan dalam membeli saham tanpa menggali informasi, menganalaisa secara fundamental dan hanya berdasarkan rumor, dugaan atau perasaaan saja.

Stock Exchange (Pasar Modal): Instrumen keuangan yang memperjual belikan efek seperti obligasi, ekuitas atau saham untuk jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta, dan kegiatannya dilaksanakan di bursa dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor.

Stock Price (Harga Saham): Harga saham di bursa pada suatu periode tertentu yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal.

Stocks (Saham): Surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Membeli saham berarti anda telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Subsidiary Company (Perusahaan Anak): Perusahaan yang dikendalikan oleh perusahaan induknya karena sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan induk tersebut.

Suspend (Suspensi): Tindakan penghentian sementara terhadap perdagangan suatu saham,sehingga saham tersebut tidak dapat diperdagangkan sampai masa suspensi tersebut dibuka. Jangka waktu suspendnya sendiri tergantung penilaian BEI, bisa satu hari atau lebih dari itu tergantung penyebab suspensinya.

Tax (Pajak): Pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.

Technical Analysis (Analisa Teknikal): Suatu teknik analisisyang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau.

Value Investing (Investai Nilai): Seni investasi saham yang dikenalkan oleh Benjamin Graham untuk menganalisa suatu saham yang harganya di perdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Wall Street: Nama jalan di kota New York dimana bursa efek New York Stock Exchange (NYSE) berdiri.

Warrant Shares (Saham Waran): Saham yang memberikan hak untuk membeli saham atau obligasi dari sebuah perusahaan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran / perusahaan emiten.

Year over Year (YoY): Perbandingan suatu angka pada periode berbeda berbeda dalam basis satu tahun.

Year to Date (YTD): Periode awal tahun (1 Januari) sampai dengan tanggal yang disampaikan.

Yield (Imbal Hasil): Suatu nilai imbalan dari hasil investasi milik kita, biasanya dalam bentuk persentase.

 

II. Istilah Investasi Nilai (Value Investing)

 

Analisa Kualitatif (Qualitative Analysis): Analisa yang sifatnya subjektif dan berfokus kepada data-data yang tidak dapat dihitung. Seperti Manajemen, Siklus industri, Merek dan data-data kualitatif lainnya.

Analisa Kuantitatif (Quantitative Analysis): Analisa yang berfokus pada matematika atau statistik, dengan tujuan untuk mengukur kinerja dan valuasi sebuah perusahaan berdasarkan laporan keuangan, laporan tahunan perusahaan dan data-data kuantitatif lainnya.

Blue Chip (Saham Lapis Satu): Sebuah istilah dalam pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan dengan nilai kapitalisasi lebih dari 10 triliun rupiah dan memiliki pendapatan stabil. Istilah ini berasal dari istilah di kasino, di mana blue chips mengacu pada chip yang memiliki nilai paling besar.

Book Value (BV): Nama lain dari ekuitas atau nilai buku.

Book Value per Share (BVPS): Nilai dari ekuitas dibagi jumlah lembar saham yang beredar. Rumusnya = Ekuitas yang dapat didistribusikan kepada entitas induk / Jumlah Saham Beredar.

Contrarian Investing: Gaya investasi yang cenderung melawan trend atau sebagian besar investor lain.

Cost of Debt (Biaya Utang): Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan karena menggunakan utang, termasuk bebang bunga setelah pajak atas berbagai bentuk utang.

Current Ratio (Rasio Lancar): Rasio yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Rumusnya = Current Assets / Current Liabilities.

Cyclical Stock (Saham Siklus): Saham-saham yang pertumbuhan pendapatannya naik atau turun dalam periode tertentu dan biasanya sangat dipengaruhi oleh sebuah komoditas atau tren masyarakat. Contohnya: Saham komoditas (batu-bara, minyak, sawit), perusahaan semen, properti dan lainnya.

Debt to Equity Ratio (DER): Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan atau para pemegang saham. Secara umum semakin tinggi rasio DER berarti perusahaan tersebut agresif mengambil hutang. Rumusnya = Total Liabilitas / Ekuitas yang dapat didistribusikan kepada entitas induk.

Defensive Stock (Saham Defensif): Saham-saham yang secara umum tetap bertumbuh meskipun kondisi ekonomi tidak mendukung, saham defensif tidak sensitif terhadap suatu kondisi ekonomi.

Discounted Cash Flow (DCF): Metode perhitungan nilai wajar yang di hitung berdasarkan konsep bahwa nilai suatu bisnis berasal dari jumlah cash flow yang di dapat selama masa hidup bisnis tersebut dan di diskontokan kembali terhadap ke nilai uang sekarang.

Dividend Stock (Saham Dividen): Saham-saham yang secara konsisten membagikan dividen, biasanya saham-saham dengan pendapatan yang sudah stabil.

Earning per Share (EPS): Laba yang dimiliki seorang investor setiap satu lembar saham yang dimilikinya. Rumusnya = Laba yang dapat didistribusikan kepada entitas induk / Jumlah saham beredar.

Growth at Reasonable Price Investing (GARP): Gaya investasi dalam mencari saham-saham yang undervalue tetapi memperhatikan juga faktor pertumbuhan perusahaan.

Gross Profit Margin (GPM): Rasio profitabilitas yang digunakan untuk menghitung persentase kelebihan laba kotor terhadap pendapatan penjualan. Rumusnya = Laba kotor / Penjualan.

Growth Stock (Saham Bertumbuh): Saham-saham yang memiliki pertumbuhan di atas pertumbuhan rata-rata perusahaan sejenis lainnya dalam industri yang sama. 

Intrinsic Value (Nilai Intrinsik): Nilai yang sesungguhnya dari suatu saham yang berbeda dengan nilai buku. Nilai intrinsik memperhitungkan aset yang terlihat (laporan keuangan) dan yang tidak terlihat (prospek, nama besar perusahaan, loyalitas konsumen dan sebagainya).

Lagging Indicator: Indikator ekonomi dimana pergerakannya mendahului tren pergerakan ekonomi.

Leading Indicator: Indikator ekonomi dimana pergerakannya menunggu tren pergerakan ekonomi.

Margin of Safety (MoS): Selisih antara harga saham dan nilai intrinsiknya. Semakin tinggi nilai intrinsiknya dibandingkan harga sahamnya, berarti saham tersebut semakin murah (begitupun sebaliknya).

Market Capitalization (Kapitalisasi Pasar): Harga keseluruhan dari sebuah saham perusahaan yaitu sebuah harga yang harus dibayar seseorang untuk membeli seluruh perusahaan. Rumusnya = Harga Saham x Jumlah Saham Beredar.

Net Profit Margin (NPM): Perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah pendapatan perusahaan. Rumusnya = Laba bersih / Penjualan.

Net Working Capital (NWC): Kelebihan aktiva lancar terhadap utang jangka pendek. Rumusnya = Aset lancar – Hutang lancar.

Net-Net Stock: Teknik value investing, dalam menganalisa murah mahalnya sebuah saham. Rumusnya= [(100% * Cash and Short-term Investment) + (75% * Account Receivables) + (50% * Inventory)] – Total Liability].

Overvalue Stock (Saham Mahal): Saham yang harganya lebih tinggi dibandingkan nilai intrinsiknya.

Penny Stock (Saham Receh): Saham dengan nominal kecil, dan biasanya mudah untuk digoreng.

Price to Book Value (PBV): Rasio untuk mengukur mahal atau murahnya sebuah saham berdasarkan modalnya. Semakin rendah PBV, berarti saham tersebut semakin murah (begitupun sebaliknya). Rumusnya = Harga Saham / Book Value per Share.

Price to Earning Growth Ratio (PEG): Rasio untuk mengukur murah atau mahalnya sebuah saham berdasarkan laba dan pertumbuhannya. Rumusnya = PER / Eps Growth.

Price to Earning Ratio (PER): Alat utama perhitungan harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan laba bersih perusahaan. Semakin rendah PER, berarti saham tersebut semakin murah (begitupun sebaliknya). Rumusnya = Market Price / Earning per Share.

Quick Ratio (Rasio Cair): Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar untuk menutupi utang lancarnya.

Return on Assets (ROA): Rasio profitabilitas yang menunjukan persentase keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan sehubungan dengan keseluruhan sumber daya atau jumlah aset. Semakin tinggi ROA, berarti perusahaan tersebut semakin efektif memanfaatkan asetnya.

Return on Equity (ROE): Jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas dan dinyatakan dalam bentuk persen.Semakin tinggi ROE berarti perusahaan tersebut semakin efektif memanfaatkan ekuitasnya.

Second Liner Stock (Saham Lapis Dua): Saham Lapis Dua memiliki kapitalisasi pasar antara 1 – 10 Triliun rupiah. Harga sahamnya cenderung fluktuatif dan saham ini terbilang relatif cukup likuid. Fundamental perusahaan biasanya dikatakan cukup baik walaupun masih dalam tahap berkembang.

Third Liner Stock (Saham lapis Tiga): Saham-saham pada kategori ini memiliki volatilitas harga yang tinggi sehingga biasa disebut saham gorengan. Market kapitalisasinya kurang dari 1 Triliun rupiah.

Undervalue Stock (Saham Murah): Saham yang Nilai Intrinsiknya lebih tinggi dibandingkan harga sahamnya.

Value Stock (Saham Nilai): Saham-saham yang mempunyai harga pasar saham lebih kecil dibandingkan nilai intrinsiknya, biasanya menjadi incaran utama value investor.

 

III. Istilah Aksi Korporasi (Corporate Action)

 

Acquisition (Akuisisi): Pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor dengan tujuan untuk mengendalikan perusahaan tersebut.

Arbitrage (Arbitrase): Proses di mana kita membeli sesuatu dengan harga tertentu dan menjualnya ke tempat lain dengan harga lebih tinggi.

Backdoor Listing: Istilah ketika sebuah perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka dengan cara mengakuisisi salah satu perusahaan terbuka melalui skema Right Issue atau Private Placement.

Buyback Shares (Pembelian Kembali Saham): Proses pembelian kembali saham yang beredar di publik yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Callable Bonds (Obligasi Opsi): Obligasi yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan yang dapat ditarik dalam jumlah tertentu sebelum jatuh tempo.

Capital Expenditure (Belanja Modal): Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka ekspanis seperti memperoleh aktiva tetap, meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap, serta memperpanjang masa manfaat aktiva tetap.

Cash Dividend (Dividen Tunai): Metode paling umum untuk pembagian keuntungan kepada pemegang saham. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.

Convertible Bonds (Obligasi Konversi): Obligasi yang dapat diubah menjadi saham biasa sesuai dengan kontrak yang berlaku.

Cum Date: Tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu agar berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan.

Debt Default (Gagal Bayar Hutang): Kegagalan debitor (perusahaan) untuk membayar hutang pokoknya atau bunganya pada waktu jatuh tempo.

Delisting: Sebuah istilah yang merujuk pada dihapuskannya efek dari daftar saham yang tercatat di Bursa. Dengan demikian efek tersebut tidak bisa lagi diperdagangkan di dalam Bursa Efek Indonesia.

Divestment (Divestasi): Pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk finansial atau barang, bisa juga penjualan dari bisnis yang dimiliki oleh perusahaan.

Dividen Payout Ratio (DPR): Jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dibandingkan dengan jumlah total laba bersih perusahaan.

Dividend (Dividen): Pembagian laba kepada pemegang saham sesuai dengan banyaknya saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut.

Dual Listing: Saham perusahaan yang dicatat di lebih dari 1 bursa, dengan cara seperti ini likuiditas surat beharga bisa lebih terjaga. Salah satu contohnya adalah saham TLKM, yang terdaftar di BEI dan NYSE.

Employee Stock Option Program (ESOP): Memberikan hak opsi kepada karyawan perusahaan untuk membeli sebagian saham perusahaan pada suatu periode tertentu di masa yang akan datang pada tingkat harga yang sudah ditentukan ketika opsi diberikan.

Ex Date: Hari pertama dimana pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari perusahaan.

Final Dividend (Dividen Final): Dividen yang dibagikan setelah akhir tahun tutup buku, jika sebelumnya dibagikan dividen interim, maka dividen final jumlahnya akan dikurangi dividen interim.

Go Private: Perubahan status perusahaan, dari perusahaan terbuka menjadi tertutup.

Go Public: Perubahan status perusahaan, dari perusahaan tertutup menjadi terbuka.

Hedging (Lindung Nilai): Suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain.

Initial Public Offering (Penawaran Umum perdana): Penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum.

Interim Dividend (Dividen Interim): Dividen yang diberikan perusahaan yang sifatnya sementara dan umumnya dibagikan sebelum akhir tahun tutup buku sehingga ada kemungkinan akan dibagikan dividen berikutnya.

Junk Bond (Obligasi Sampah): Obligasi yang tergolong non-investment grade yang kemampuan bayarnya rendah dan risikonya relatif tinggi.

Leverage: Jumlah utang yang digunakan sebuah perusahaan untuk mebiayai atau membeli aset-aset perusahaan.

Leverage Buy Out (LBO): Strategi yang diterapkan dalam pengambilalihan atau akuisisi perusahaan lain dengan cara menggunakan uang pinjaman.

Management Stock Option Program (MSOP): Memberikan hak opsi kepada jajaran anggota manajemen level direksi dan komisaris untuk membeli sebagian saham perusahaan pada suatu periode tertentu di masa yang akan datang pada tingkat harga yang sudah ditentukan ketika opsi diberikan.

Mandatory Convertible Bonds (Obligasi Wajib Konversi): Obligasi yang wajib dikonversikan menjadi saham biasa berdasarkan perjanjian yang berlaku.

Mergers (Merger): Proses penggabungan dua perusahaan, dimana salah satu di antaranya tetap berdiri dengan nama perusahaan baru yang telah disepakati bersama. Kekayaannya dimasukan menjadi satu dalam perseroan yang tetap berdiri tersebut.

Obligation (Obligasi): Suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Oversubscribed: Istilah dalam penawaran umum, dimana tingkat permintaan melebihi jumlah efek yang ditawarkan.

Private Placement (Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu): Salah satu aksi korporasi selain rights issue yang berguna untuk menambah modal dari perusahaan. Private placement dilakukan dengan cara menerbitkan saham baru yang langsung dijual ke investor besar, grup investor, atau investor yang terakreditasi (seperti reksadana atau lembaga asuransi).

Public Expose (Pubex): Suatu pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja perusahaan dengan tujuan agar informasi mengenai kinerja dan informasi lainnya dapat tersebar secara merata.

Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO): Forum atau rapat antara pemegang obligasi dan emiten dengan agenda tertentu, misalnya: pergantian wali amanat, pembayaran kupon yang tertunda, perubahan jadwal pelunanan, default atau hal-hal lainnya yang bersifat material.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): Organ Perseroan Terbatas (PT) yang memiliki kewenangan ekslusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

Recording Date: Tanggal yang merupakan tanggal terakhir dari pendaftaran atas pemilikan saham dalam Daftar Pemegang Saham perusahaan. Pendaftaran ini biasanya berhubungan dengan pembagian dividen, right issue, pemberian saham bonus / dividen saham dan hak untuk hadir dalam RUPS.

Refinancing: Penerbitan obligasi baru untuk melunasi obligasi lama, biasanya kupon untuk obligasi barunya lebih rendah dibandingkan yang lama.

Relisting (Pencatatan Kembali): Pencatuman kembali suatu Efek dari daftar Efek yang pernah di delisting di Bursa.

Reverse Stock (Penggabungan Saham): Penggabungan nilai nominal saham oleh perusahaan yang membuat jumlah lembar saham beredar menjadi lebih sedikit.

Right Issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu): Hak bagi pemegang saham untuk membeli saham baru pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. 

Road Show: Kegiatan dimana emiten bersama dengan pihak-pihak terlibat lainnya memperkenalkan efek dan perusahaannya kepada investor. Dengan berkunjung dan bertemu dengan pihak-pihak tersebut sehingga diharapkan mampu meningkatkan penjualan efek dari perusahaan tersebut.

Secured Bonds: Obligasi yang dijamin dengan aktiva tertentu seperti gedung atau tanah.

Serial Bonds: Obligasi yang jatuh tempo dan dibayar secara cicilan pada beberapa tanggal tertentu.

Stock Dividend (Dividen Saham): Pembagian laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

Stock Split (Pecah Saham): Sebuah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan terbuka, untuk memecahkan nilai nominal saham kedalam nilai nominal yang lebih kecil, dengan cara memecahkan selembar saham menjadi beberapa lembar saham.

Tender Offer (Penawaran Sukarela): Penawaran untuk membeli saham suatu perseroan, biasanya di atas harga pasar saham, dengan pembayaran tunai, sekuritas, atau keduanya. Hal ini sering dilakukan dengan tujuan untuk menguasai perusahaan sasaran.

Term Bonds: Obligasi yang jatuh tempo seluruhnya pada suatu waktu atau tanggal tertentu di masa depan.

Undersubscribed: Istilah dalam penawaran umum, dimana tingkat permintaan kurang dari jumlah efek yang ditawarkan.

Underwriter (Penjamin Emisi): Lembaga penunjang pasar modal yang berperan sebagai penjamin emisi atau penjamin penjualan saham pada waktu pasar perdana.

Unsecured Bonds: Obligasi yang diterbitkan dengan kredit umum oleh peminjam, tanpa jaminan.

Voting Right (Hak Suara): Hak pemegang saham untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Window Dressing: Aktivitas yang dilakukan oleh pihak Manajer Investasi dengan tujuan mempercantik kinerja dengan cara mengangkat harga saham yang ada di dalam portofolio. Aktivitas ini biasanya dilakukan di akhir kuartal, akhir semester, dan akhir tahun.

Yield Dividen (Imbal Hasil Dividen): Dividen per saham dibagi harga pasar saham. Secara sederhana dividend yield adalah tingkat keuntungan yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

Zero-Coupon Bond: Obligasi yang tidak memberikan bunga secara periodik, tetapi dijual perdana dengan diskon besar dari nilai nominal dan dibayar kembali.

 

IV. Istilah Teknis (Specific)

 

B20: Bahan bakar diesel campuran minyak nabati 20% dan minyak bumi (petroleum diesel) 80%.

Bareboat Charter: Kontrak untuk menyewa kapal sebagai chattel. Pihak yang menyewa menjadi pemilik kapal untuk sementara waktu dalam segala hal (kecuali terhadap pemilik kapalnya).

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): Pembentukan atau penyisihan dana dinilai dari hasil evaluasi kredit debitur yang dilakukan oleh bank.

Capital Adequacy Ratio (CARR): Rasio untuk mengukur modal bank, yang ditunjukkan sebagai pembukaan kredit berbobot risiko bank. Semakin tinggi rasio CARR berarti bank tersebut semakin sehat, CARR minimal perbankan di Indonesia adalah sebesar 12%.

Concession (Konsesi): Pemberian hak, izin, atau tanah oleh pemerintah, perusahaan, individu, atau entitas legal lain. Konsesi antara lain diterapkan pada pembukaan tambang, pengoperasian jalan tol dan penebangan hutan.

Domestic Market Obligation (DMO): Kewajiban perusahaan untuk menjual sebagian produk atau jasanya ke pasar domestik, biasanya BUMN dengan harga yang sudah ditetapkan oleh negara. Biasanya lebih rendah dibandingkan harga jual ekspor.

Fresh Fruit Bunch (FFB): Suatu bagian dari produksi kelapa sawit yang merupakan produk awal yang kelak akan diolah menjadi minyak kasar CPO (crude palm oil) dan inti sawit (karnel) sebagai produk utama.

Kontrak Carry Over: Kontrak bawaan yang pengerjaanya belum selesai dalam satu periode tertentu untuk dilanjutkan pada periode selanjutnya.

Landbank (Tanah Belum Dikembangkan): Istilah untuk tanah kosong yang dimiliki oleh perusahaan properti yang belum dilakukan pengembangan.

Liner Charter: Kontrak penyewaan kapal berdasarkan rute, tujuan dan arah angin, biasanya dipengaruhi oleh komoditas atau barang apa yang akan diangkut.

Loan to Deposit Ratio (LDR): Rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. LDR sangat berhubungan dengan aspek likuiditas sebuah perbankan. Rasio LDR yang sehat adalah 75-95%.

Loan to Value (LTV): Istilah yang digunakan oleh pemberi pinjaman biasanya perbankan, untuk menyatakan rasio pinjaman terhadap aset yang dibeli. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan LTV 100%, berarti pembeli properti bisa membeli properti dengan uang muka 0%.

Marketing Sales (Pra-penjualan): Angka penjualan yang dicatat ketika pembeli unit properti sudah membayar tanda jadi kepada developer.

Net Interest Margin (NIM): Ukuran perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dengan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka.

Non Performing Loan (NPL): Ukuran kredit bermasalah yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bank, biasanya menjadi kunci utama untuk menilai kualitas kinerja sebuah perbankan. NPL kotor perbankan idealnya di bawah level 3%.

Same Store Sales Growth (SSSG): Rumus Finansial yang digunakan oleh suatu perusahaan retail untuk mengukur total penjualan toko dalam 1 tahun / lebih.

Smelter: Fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir.

Stripping Ratio: Besarnya volume tanah lapisan penutup yang harus dibongkar untuk mendapatkan 1 ton batubara.

Time Charter: Suatu kontrak berdasarkan mana nahkoda dan awak kapal menjalankan pekerjaannya untuk suatu jangka waktu tertentu sebagai imbal balik dari pembayaran sewa.

Utilitation (Utilisasi): Tingkat pemakaian, pemanfaatan atau penggunaan sesuatu. Semakin tinggi utilisasi berarti perusahaan tersebut semakin efektif menggunakan sumber dayanya.

Voyage Charter (Spot Charter): Suatu kontrak untuk mengangkut barang-barang tertentu dalam suatu perjalanan yang sudah ditentukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *